Nasi Bungkus: Dari Bongsari untuk Semarang

Bongsari Berbagi Nasi Bungkus, Sandal Jepit dan Jas Hujan

Tim PSE dan dewan harian berfoto sebelum berkeliling membagikan nasi bungkus, sandal dan jas hujan.

Dalam rangka memperingati Hari Orang Miskin Sedunia III – tahun 2019, Paroki Bongsari mengadakan gerakan kedua. Kalau pada akhir November yang lalu, diadakan pembagian sembako gratis bagi umat yang miskin, kali ini gerakan yang dilakukan adalah pembagian nasi bungkus.

Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 7 Desember 2019. Pada pukul 17.00 WIB, umat paroki Bongsari (31 lingkungan) dan wilayah Gereja Panjangan (12 lingkungan) mengumpulkan nasi bungkus. Setiap lingkungan diberi tanggungjawab untuk mengumpulkan 25 nasi bungkus. Selain nasi bungkus, paroki juga menerima sandal jepit dan jas hujan. Keduanya juga dibagikan pada saat yang sama. 

Acara ini dikoordinatori Mas Lukas dan Pak Iwan dari tim PSE. Dewan harian (beserta keluarga mereka) turut bergerak dalam kegiatan ini. Sasaran kegiatan ini adalah gelandangan, pemulung, tukang parkir, tukang becak, pengamen, difabel jalanan dan tukang tambal ban.  Mereka menjadi representasi orang-orang yang membutuhkan bantuan. 

Sebagaimana yang dikatakan Paus Fransiskus dalam rangka memperingati HOM ke-3, bahwa orang miskin memfasilitasi akses kita ke surga; mereka adalah harta Gereja. Mereka mengingatkan kita tentang bagaimana kita seharusnya hidup menurut Injil: sama seperti para pengemis menggapai Allah. Semangat ini jugalah yang mendorong dan menunun umat paroki Bongsari dalam kegiatan berbagi ini.

Semoga segala usaha dan jerih payah umat paroki Bongsari ini menjadikan Hari Orang Miskin Sedunia menjadi lebih bermakna. Semoga kegiatan yang mendatang bisa lebih banyak menjangkau kaum miskin khususnya di wilayah Semarang.

[admin/iwan wahyudi]

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *