Pertanyaan awal yang muncul

Jika pasangan sudah yakin akan melanjutkan ke jenjang pernikahan, maka prinsipnya jangan menunda-nunda sehingga waktu semakin mendekat. Alangkah baiknya jika jauh hari sudah dipersiapkan sehingga semua dapat berjalan lancar dan semestinya. Dan semakin menjadi baik, jika yang mengurus proses ini adalah calon mempelai sendiri, bukan orangtua atau kerabat apalagi yang lain-lain lagi.

Pengurusan perkawinan Katolik pertama-tama adalah mengikuti domisili dari pihak wanita, kecuali keduanya dari paroki yang sama atau jika Pastor Paroki dari pihak domisili pria bersedia sejak awal untuk penyelidikan kanonik. Contoh : Andreas dari Paroki Bongsari berencana menikah dengan Agata dari Paroki Atmodirono. Maka perkawinan diurus di paroki Atmodirono menurut domisili dari pihak wanita. Tetapi jika Pastor Paroki Bongsari bersedia diurus di Bongsari maka dapat diurus di Bongsari.

Sedangkan jika salah satu pasangannya bukan Katolik, maka mengikuti domisili dari pihak Katolik. Contoh : Antonius dari Paroki Bongsari berencana menikah dengan Meimei   dari Budha. Maka perkawinan diurus di Paroki Bongsari.

Yang pasti dilaksanakan di Gereja atau Kapel, tidak diperkenankan di hotel/restoran/gedung pertemuan, dsb. Gereja Katolik dimana saja boleh jika memang kebijakan dan peluang waktu memungkinkan. Tetapi untuk mudahnya ada baiknya memakai gereja dari domisili atau asal parokinya

Tentunya adalah seorang pastor. Dalam hal ini yang bertanggungjawab penuh adalah pastor paroki yang mengadakan penyelidikan kanonik. Tetapi seandainya calon mempelai berkeinginan lain, karena punya kenalan pastor tertentu, sebaiknya dibicarakan sejak awal dengan pastor paroki dalam hal ini yang menjadi moderator dari wilayah/lingkungannya.

  • Datanglah ke sekretariat paroki untuk mengambil formulir-formulir perkawinan yang telah disediakan atau unduh formulir di halaman ini
  • Daftarkan tanggal rencana pernikahan di buku perkawinan, minimal 4 bulan sebelumnya. Hal ini untuk menghindari terjadinya penentuan tanggal dan waktu pilihan yang sama dengan calon mempelai yang lain. Jika tanggal dan waktu terkoreksi/batal, mohon menghubungi pihak sekretariat kembali. Jangan diam saja.
  • Daftarkan diri untuk mengikuti kursus persiapan perkawinan. Ketahuilah kapan waktu pelaksanaan, jangan tunggu mendekati. Disamping itu pula kursus ini dikenakan biaya pula.
  • Lengkapi formulir dan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pengurusan. Jika semua sudah lengkap serahkanlah kepada petugas sekretariat (minimal 3 bulan).

Hal ini dapat dilakukan setelah kursus perkawinan sudah dilaksanakan, dimana semua formulir dan dokumen sudah diserahkan di sekretariat paroki. Tujuan menghubungi pastor adalah untuk membuat janji kapan dilaksanakan perkenalan dan penyelidikan kanonik, serta hal-hal lain yang berkaitan seperti perihal buku upacara yang harus mendapat persetujuan dari pastor, dispensasi perkawinan jika perkawinan beda agama maupun gereja non katolik, dsb.

  • Pihak pengantin dikenakan biaya gedung gereja. Biaya ini bertujuan sebagai bentuk ungkapan kepedulian pengantin terhadap kehidupan menggereja. Jika ada pengantin yang merasa keberatan atau tidak mampu silakan menghubungi sekretariat. Biaya ini disetorkan kepada sekrtariat paroki.
  • Dekorasi Gereja dalam hal ini dekorasi bunga. Tetapi baik diketahui bahwa dekorasi ini hanyalah standar untuk mendukung ekaristi mingguan. Maka jika pihak pengantin ada permintaan khusus, silahkan menghubungi koordinator dekorasi bunga dengan konsekuensi ada biaya tambahan yang dikenakan. Silakan menghubungi Ibu Elis (08112998801).
  • Koor harus dihubungi oleh pihak pengantin 3 bulan sebelum upacara perkawinan.
  • Calon mempelai, keluarga maupun petugas mohon hadir minimal 15 menit sebelum upacara dimulai.

Stipendium pastor diberikan setelah upacara oleh mempelai atau pihak keluarga kepada pastor yang memimpin upacara setelah perayaan selesai.