Spiritualitas Ignasian

Doa Examen Conscientiae

Examen Conscientiae, dalam bahasa Latin, berarti pemeriksaan kesadaran atau pemeriksaan batin. Examen conscientiae merupakan bentuk doa yang membantu kita untuk menjadi semakin peka akan kehadiran dan keterlibatan Allah dalam hidup kita setiap harinya. Selama examen kita merefleksikan pengalaman pada hari yang tengah berlangsung dan memohon rahmat Allah agar dapat mengenal dan menyadari kehadiran serta karya-Nya di dalam setiap pengalaman tersebut. Dengan kata lain, melalui doa examen kita dibantu untuk menemukan Allah dalam hidup kita sehari-hari.

Adapun langkah – langkah dasar examen conscientiae adalah sebagai berikut:

1. Mengucap Syukur

Rahmat apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku hari ini? Dalam setiap saat pada setiap harinya, Allah melimpahkan banyak rahmat-Nya bagi kita. Dengan melihat kembali kegiatan yang telah kita lakukan setiap harinya, kita diajak untuk mengakui sekaligus mengucap syukur atas segala hal yang telah kita alami.

Kita mengingat segala sukacita yang kita alami. Kita bersyukur atas keindahan karya Allah yang ada di sekeliling kita dan berdoa agar dapat sungguh melihat dan menyadari semuanya itu. Dengan mengucap syukur di awal examen, kita mempersiapkan diri untuk bersyukur atas segala hal yang baik yang telah Allah sediakan bagi kita. 

2. Memohon Penerangan Roh Kudus

Kita berdoa memohon rahmat Allah agar Roh-Nya menolong kita untuk mengenali diri kita sendiri dengan terbuka dan jujur. Kita bertanya tentang apa yang telah kita lakukan? Dorongan-dorongan apa yang telah membuat kita melakukannya? Apakah hal itu berasal dari yang baik atau yang jahat? Bagaimanakah perasaan-perasaan kita sekarang? Dari mana perasaan-perasaan tersebut berasal?

3. Meninjau Pengalaman

Hari ini sebagaimana pada setiap harinya Allah memanggil kita untuk berbagi kasih dan kedamaian dengan sesama dan lingkungan di sekitar kita. Kita sekarang memeriksa diri kita sendiri dengan bertanya bagaimana kita melewati waktu demi waktu dalam hidup kita hari ini. Di manakah Allah telah bekerja hari ini dalam kehidupanku? di manakah aku bekerja sama dengan Allah pada hari ini? Sambil merenungkan sikap dan prilaku kita yang telah terjadi, kita membuka diri dan mengakui keterbatasan serta sikap egois yang kita miliki. Kita meneliti bagaimana dan mengapa kita gagal menjawab cinta Tuhan. Dengan melihat kembali perjalanan hidup kita setiap harinya, kita bisa menyadari perbedaan-perbedaan antara kebaikan dan kasih Allah dengan kelemahan-kelemahan kita yang menjauhkan kita dari kebaikan dan kasih-Nya.

4. Memohon Pengampunan

Setelah memahami betapa kita kerap tidak menghargai rahmat dan kasih Allah yang dilimpahkan-Nya kepada kita, kita mengakui segala dosa dan kelemahan kita serta memohonkan rahmat pengampunan. Pada kesempatan ini kita memang berjumpa dengan kelemahan dan dosa-dosa kita, namun kita juga diundang untuk mengagumi sekaligus bersyukur bahwa meskipun kita berdosa Allah tetap mengasihi kita. Maka sudah layak dan pantas kita melakukan yang terbaik yang masih bisa kita lakukan bagiNya dengan menjadi saluran rahmat dan berkat bagi sesama dan diri kita sendiri.

5. Membangun Niat

Akhirnya, kita mengarahkan diri untuk hari selanjutnya (hal itu berarti sisa hari setelah kita melakukan examen siang hari, atau hari besok sesudah kita melakukan examen malam). Kita mohon rahmat dan pertolongan Allah. Dengan demikian, kita mengarahkan diri untuk perbaikan yang nyata pada hidup kita di hari selanjutnya.

Sekali lagi patut dipahami benar-benar bahwa examen adalah doa, bukan sekedar evaluasi dan refleksi diri. Kesadaran yang mau kita bangun bukan pertama-tama tentang apakah kita telah bertindak baik dan sempurna dan sebaliknya, melainkan bahwa kita tidak menjalani hidup kita sendirian. Allah senantiasa hadir mendampingi dan terlibat dalam hidup kita. Kita perlu bekerjasama denganNya agar kehendak Allah dapat terjadi dalam diri kita.

Kelima langkah di atas merupakan suatu tuntunan yang bukan begitu saja harus diikuti secara harafiah. Secara kreatif kita diundang untuk mengembangkan sendiri kesadaran kita dengan cara atau langkah yang semakin cocok dengan diri kita sendiri. Examen conscientiae sama sekali tidak bertujuan untuk mencari kesalahan diri tetapi menyadari Tuhan yang hadir dalam hidup kita. Yang tidak kalah penting bahwa kita mau meluangkan waktu setiap harinya untuk melakukan examen supaya dengan demikian, kita semakin peka akan kehadiran Allah dalam hidup kita.