Wilayah & Lingkungan

 

1.     Wilayah Bongsari

Pada permulaannya, wilayah Bongsari ini terdiri dari dua wilayah yaitu BONGSARI BARAT dan BONGSARI TIMUR. Jumlah umat cukup banyak. Dan sekarang digabung menjadi satu wilayah yaitu Wilayah BONGSARI. Lingkungan yang tergabung di dalamnya ada 8 lingkungan dengan jumlah umat 280 KK. Kepengurusan Wilayah Bongsari dilaksanakan oleh lingkungan dengan kegiatan liturgi maupun kegiatan pendampingan dan pelayanan umat.

2.     Wilayah Bojongsalaman

Wilayah Bojongsalaman terbentuk pada tahun 1958 dengan Pamong Wilayah pertama Bapak Ing. Soetardjono. Dalam perkembangan selanjutnya sempat mendirikan TK yaitu TK Soegiyopranoto yaitu pada tahun 1977. Namun karena kesulitan biaya dan kekurangan murid, pada tahun 1980 ditutup. Wilayah Bojongsalaman ini merupakan wilayah yang cukup dekat dengan Gereja Bongsari dan saat ini wilayah tersebut dibagi dualingkungan yaitu lingkungan ST. YOHANES dan ST. FRANSISKUS.

3.     Wilayah Demangan

Sekitar tahun 1955 wilayah ini sudah mulai terbentuk dan meliputi beberapa daerah kelurahan yakni : Cabean, Panjangan, Barusari, Demangan, Gisikdrono, Penggiling, Krobokan, Kalibanteng dan Krapyak. Wilayah ini juga terkenal dengan sebutan wilayah Kulon Banjirkanal. Selanjutnya pada tahun 1959 dikelompokkan lagi menjadi 6 wilayah disusul pada tahun 1967 resmi menjadi wilayah yang berdiri sendiri dengan daerah sekitar keluarahn Demangan saja dan termasuk wilayah Paroki Bongsari yang baru saja berdiri dan diresmikan. Kemudian pada tahun 1987 wilayah ini dibagi menjadi 5 lingkungan yakni lingkungan ST. LUKAS, ST. YUSUP, ST. FRANSISKUS XAVERIUS, ST. MONICA dan ST. YOHANES PEMBAPTIS. Dan sampai saat ini wilayah Demangan cukup aktif dalam kegiatan menggereja.

4.     Wilayah Gisikdrono

Wilayah Gisikdrono merupakan bagian dari Paroki Bongsari dengan batas-batas : sebelah Timur wilayah Demangan, sebelah Utara Laut Jawa, sebelah Barat wilayah Krapyak Utara dan sebelah Selatan wilayah Manyaran. Jumlah saat ini ada 283 KK = 1132 orang yang tersebar di 9 lingkungan. Jumlah umat yang cukup banyak ini terutama semenjak adanya perumahan Cakrawala-Ronggolawe dan hal ini juga membutuhkan perhatian yang serius terutama dalam hal pembinaan iman warga. Kegiatan wilayah cukup baik, baik kegiatan wilayah itu sendiri maupun kegiatan-kegiatan yang mendukung program kerja Dewan Paroki Bongsari  

5.  Wilayah Panjangan

Wilayah panjangan adalah wilayah yang terletak disebelah Selatan Gereja Bongsari. Wilayah ini memiliki darah yang cukup luas yang terbagi dalam 6 lingkungan, yaitu : lingkungan PAUS PIUS I, PAUS PIUS II, PAUS PIUS III, PAUS PIUS IV, PAUS PIUS V, dan PAUS PIUS VI dengan jumlah umat 185 KK = 712 jiwa.

Wilayah Panjangan cukup berbangga hati memiliki tempat ibadat yang sangat membantu dalam hidup menggereja yaitu dengan adanya Gereja St. Agustinus.

12.  Wilayah Manyaran

Wilayah Manyaran merupakan wilayah muda usia di Paroki Bongsari, diresmikan oleh Rm. V. Suryatma Suryawiyata SJ pada tanggal 26 Maret 1990. Sebenarnya jauh sebelumnya, Manyaran sudah pernah menjadi wilayah, namun kenyataan menusutnya jumlah umat menyebabkan Manyaran hanya boleh puas dengan predikat lingkungan saja. Seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk, maka lingkungan Manyaran (PIUS II Panjangan) ikut berkembang pula. Bersamaan itu pula di daerah Manyaran Baru (ex pelimpahan dari kelurahan Krapyak) muncul sebuah lingkungan (ST. AMBROSIUS Gisikdrono). Dan dengan berbagai pendekatan terutama dimotori oleh Bp. M. Tupardiyono (waktu itu Sekde Manyaran), akhirnya kedua lingkungan berhasil menjadi wilayah yang mandiri.

Daerah kerja Wilayah Manyaran sebenarnya identik dengan daerah kerja kelurahan Manyaran, meliputi 8 RW dengan luas ±360 ha, dengan jumlah umat 50 KK (500 jiwa. Umat ini tersebar di tempat yang cukup berjauhan, namun hal ini tidak menghalangi dalam hidup menggereja.